Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


468869

Pengunjung hari ini : 193
Total pengunjung : 97960

Hits hari ini : 257
Total Hits : 468869

Pengunjung Online: 5


Twitter
Beranda

Sakit itu Mahal

MASIH mengikuti berita kematian Debora, bayi usia empat bulan, yang meninggal dunia akibat terlambat mendapat pelayanan kesehatan? Beritanya sudah agak reda tetapi persoalan tetap menjadi penting untul diperbincangkan. Terutama hubungan antara pasien yang mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosia

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 18 September 2017 | Dibaca : 393 Pengunjung


Mari Saling Tolong Menolong

KITA tidak bisa hidup sendiri. Kita selalu tergantung kepada orang lain. Ketergantungan itu adalah kondrat yang sudah diciptakan Yang Maha Kuasa. Tuhan menciptakan orang dengan segala perbedaannya agar saling mengenal dan saling membantu. Diciptakan orang kaya agar bisa membantu orang miskin. Diciptakan or

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 September 2017 | Dibaca : 331 Pengunjung


Subsidi

RINDU saya tak terbendung untuk menemui Romo Imam. Sudah lama tak bersua karena itu saya bawakan beliau serbuk kopi hasil kebun sendiri. Romo menyambut saya dengan sumringah dan saya segera menawarkan untuk menyeduh kopi. “Anak saya belum pulang membeli elpiji. Mungkin membelinya jauh. Kita ngobrol d

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 September 2017 | Dibaca : 392 Pengunjung


Kaum DifabelkeTempat Suci

PERHIMPUNAN Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, Bali, menyambangi Yayasan Cahaya Mutiara Tampaksiring yang menampung 40 orang penyandang disabilitas, Senin pekan lalu. Dalam pertemuan itu terungkap bagaimana kaum difabel (penyandang disabilitas alias cacat tubuh) menyampaikan beberapa curahan hati menyangkut

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 11 September 2017 | Dibaca : 410 Pengunjung


Tri Hitakarana Harus Berlandaskan Toleransi

TAK ada bosan-bosannya orang menyebutTri Hitakarana. Bahkan sudah ada pula piagam untuk institusi yang melestarikan Tri Hitakarana dalam kehidupan keseharian. Semacam Tri Hitakarana Award. Tetapi apakah benar kita semakin banyak mematuhi ajaran Hindu yang demikian luhur ini? Mari kita introspeksi sejenak.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 September 2017 | Dibaca : 491 Pengunjung


Doa

Malam itu, tanggal yang sama dengan hari ini, saya hadir di Teater Utan Kayu untuk acara doa bersama lintas agama. Pas giliran doa Hindu, saya mendampingi seorang pendeta dari Dewi Mandir, Kemayoran. Supaya mantap karena ini bukan doa main-main. Yang didoakan adalah Munir Said Thalib. Dia meninggal dun

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 September 2017 | Dibaca : 591 Pengunjung


Pemimpin Harus Memberi Teladan

KALAU kita cermati komentar-komentar di media sosial, setiap ada koruptor yang ditangkap atau ada kasus-kasus yang menghebohkan, sering kali  ada komen yang menyebut: bumi makin tua, ini era Kali Yuga. Seolah-olah semua hal yang negatif selalu dikaitkan dengan zaman kali yang oleh masyarakat pemeluk H

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 04 September 2017 | Dibaca : 483 Pengunjung


Daksina yang Beragam Unsur

DAKSINA itu punya arti yang banyak. Ada yang berarti penunjuk arah, daksina berarti selatan. Dalam ritual Hindu ada istilah “purwa-daksina”. Purwa adalah penunjuk arah untuk timur dan daksina untuk selatan. Yang dimaksudkan dengan istilah me-purwa-daksina ini adalah berjalan memutar dari arah t

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 September 2017 | Dibaca : 504 Pengunjung


Terpuruk

Prestasi atlet Indonesia di SEA Games Malaysia memprihatinkan. Perolehan medali emas meleset dari target. Hanya mendulang 38 medali emas dari 55 yang ditargetkan. Wapres Jusuf Kalla sangat kecewa. Bahkan ada yang menyebut sebagai “darurat olahraga”. Singapura di urutan ke empat dengan medal

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 September 2017 | Dibaca : 321 Pengunjung


Mencari Nikmat Duniawi

MASIHKAH kita percaya pada ucapan para pejabat yang nampak begitu bijak? Bahkan kata-kata yang sangat meneduhkan serta mengisyaratkan tingkat kejujuran pejabat yang bersangkutan? Sebaiknya kita tak perlu percaya seratus persen, sisakan kekhawatiran bahwa apa yang dikatakannya perlu bukti. Karena banyak uca

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 Agustus 2017 | Dibaca : 446 Pengunjung


Mari Menanam Kelapa Daksina

PARISADA Hindu Dharma Indonesia Pusat bersama Ditjen Bimas Hindu kini gencar mengajak umat Hindu menanam kelapa daksina. Yang dimaksudkan kelapa daksina adalah jenis kelapa yang tidak begitu besar sehingga cukup untuk dijadikan daksina, salah satu ornamen banten yang paling banyak digunakan umat. Selama in

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 Agustus 2017 | Dibaca : 382 Pengunjung


Sakit

DIA awalnya petugas keamanan di sebuah bank perkreditan rakyat. Orangnya berpenampilan sederhana. Tak ada yang menyangka kalau dia mencuri puluhan juta uang di bank itu dengan mudah karena tahu di mana uang itu disimpan. Uniknya, uang hasil curian dipakai berfoya-foya di hotel mewah. Ketika dia ditangk

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 Agustus 2017 | Dibaca : 579 Pengunjung


Mengangkat Martabat Pakaian Adat

ADA yang baru dan mendapat apresiasi luar biasa dari banyak kalangan tatkala perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72. Yakni ditampilkannya pakaian adat Nusantara sejak sehari sebelum HUT Kemerdekaan itu pada sidang tahunan MPR 16 Agustus. Saat itu hanya Presiden Joko

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Agustus 2017 | Dibaca : 622 Pengunjung


Perlukah Izin Mendirikan Patung

ADA kehebohan baru. Patung Dewa Perang Khong Co Kwan Sing Tee Koen yang berdiri megah di Kelenteng Kwan Swie Bio, Tuban, Jawa Timur, kini ditutup kain putih agar tidak kelihatan. Patung terbesar di Asia Tenggara yang memperoleh piagam MURI diprotes oleh sejumlah orang di Surabaya karena dianggap tidak menc

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 Agustus 2017 | Dibaca : 870 Pengunjung


Tata Rambut Saat ke Pura

ADA sebuah draf awig-awig yang akan segera direvisi. Maklum secara berkala awig-awig sebaiknya memang direvisi untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi kekinian. Panitia yang ditunjuk untuk merevisi itu memberikan drafnya pada saya dengan maksud kalau-kalau saya bisa memberikan masukan sebelum disahkan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 Agustus 2017 | Dibaca : 798 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?