Salam Damai. Web Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


388745

Pengunjung hari ini : 158
Total pengunjung : 76510

Hits hari ini : 418
Total Hits : 388745

Pengunjung Online: 3


Twitter
Beranda

Penghargaan Seni dalam PKB

ACARA rutin berkaitan dengan Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah memberikan penghargaan kepada para seniman. Penghargaan ini sudah diberikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kamis pekan lalu, berupa piagam dan uang tunai Rp 15 juta untuk setiap seniman. Jumlah uang itu sudah meningkat dari tahun sebelu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Juli 2017 | Dibaca : 467 Pengunjung


Periksa Jasmani dan Rohani

KENALI diri kita dengan baik, siapa sesungguhnya kita. Nasehat bijak ini sering kali kita dengar. Namun bagaimana cara kita mengenali diri kita sendiri? Rasanya kita sudah mengenalnya dengan baik. Tentu yang dimaksudkan bukan sekedar mengenali badan kasar kita, tetapi juga mengenali apa yang tidak nampak,

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Juli 2017 | Dibaca : 604 Pengunjung


Lebaran

Halal bihalal di rumah Romo Imam mulai sepi ketika saya datang. Tentu ini kesengajaan agar saya bisa ngobrol lebih banyak. “Sampeyan datang juga, saya kira tidak,” kata Romo menyambut saya. Kami bersalaman. Juga berpelukan. “Saya sengaja datang paling akhir, kan saya tidak merayakan l

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Juli 2017 | Dibaca : 620 Pengunjung


Bukan Memuja Binatang

SABTU Kliwon Wuku Uyesaat ini adalah satu dari enam tumpek yang ada dalam wariga umat Hindu di Bali. Lima lainnya adalah Tumpek Landep, Tumpek Wariga, Tumpek Kuningan, Tumpek Krulut, dan Tumpeng Wayang Tapi Tumpek Uye juga disebut Tumpek Kandang karena umat datang ke kandang-kandang hewan yang dipeliha

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 24 Juni 2017 | Dibaca : 874 Pengunjung


Belajar pada Alam

PRO dan kontra sekolah seharian yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akhirnya berakhir dengan mengkaji ulang kebijakan itu. Padahal kebijakan Mendikbud ini sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri No. 23 Tahun 2017 dan rencananya akan diberlakukan pada tahun ajaran Juli nanti. Na

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 19 Juni 2017 | Dibaca : 795 Pengunjung


Damai dengan Mengendalikan Diri

KITA sedang memasuki hari-hari yang bisa membuat kedamaian di bumi, minimal di negeri ini. Kalau pun itu masih terlalu luas, ya, damai di lingkungan di mana kita berada. Sahabat kita umat muslim sedang menjalankan ritual puasa, ibadah yang penuh dengan pengendalian diri. Anak-anak sudah libur dari sekolah

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 17 Juni 2017 | Dibaca : 779 Pengunjung


Debat Panjang

BEDA pendapat itu biasa. Beda pendapatan juga biasa. Tergantung di posisi mana seseorang berada. Kalau dia menjadi wakil rakyat, nasibnya lebih untung. Pendapatan banyak dan berbeda pendapat pun dilakukan di antara mereka berhari-hari sampai pekerjaannya molor. Tak ada yang mencela. Mereka baru dicela kala

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 17 Juni 2017 | Dibaca : 949 Pengunjung


Rutinitas dan Terobosan di PKB

PEKAN Kesenian Bali (PKB) ke 39 sudah dibuka Sabtu lalu. Pawai PKB seperti biasa berlangsung di sekitar Monumen Bajra Sandhi Renon dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo dan malam hari PKB dibuka di Taman Budaya Denpasar oleh  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan M

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 Juni 2017 | Dibaca : 780 Pengunjung


Nastika, Tak Percaya Ajaran Weda

APAKAH dalam agama Hindu ada istilah kafir? Istilah kafir menjadi sangat populer belakangan ini karena begitu maraknya pertautan agama dengan politik di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini. Kafir memang istilah dalam agama Islam. Arti sederhananya adalah orang yang tidak mengikuti ajaran I

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 10 Juni 2017 | Dibaca : 1358 Pengunjung


Persekusi

KETIKA kata ini mulai muncul di media massa, saya agak kaget kenapa persekusi dikaitkan dengan gebuk-menggebuk. Bukankah mereka hanya tendang-menendang? Saya mengira persekusi itu nama sebuah klub bola khas Indonesia, semacam Persikota, Persekabo, Persebaya, dan Persipura. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 10 Juni 2017 | Dibaca : 985 Pengunjung


Mengamalkan Pancasila

PEKAN Pancasila sudah berakhir kemarin. Namun gemanya di media massa dan media sosial masih terasa. Tentu menggembirakan orang membela Pancasila sebagai dasar negara, ideologi yang bisa mempersatukan bangsa ini dalam wadah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tapi apakah ketika kita “mendadak P

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 05 Juni 2017 | Dibaca : 658 Pengunjung


Tingkah Laku yang Disebut Dosa

APAKAH dosa dan karma buruk itu sama? Ini perdebatan lama secara teologi yang tak pernah selesai tetapi secara umum orang membedakan antara dosa dan karma buruk. Justru keduanya disebut berhubungan dengan argumentasi bahwa karena perbuatan dosa itu yang menyebabkan adanya karma buruk. Dosa bisa diampun

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Juni 2017 | Dibaca : 301 Pengunjung


Bukan Warisan

Entah puasa hari ke berapa saat itu ketika saya diajak ibu mengunjungi rumah Pak Sukri, satu-satunya keluarga muslim asal Madura di kampung kami. Pak Sukri berjualan sate, punya anak laki bernama Zainal Arifin, sekelas dengan saya di Sekolah Rakyat. Keluarga ini menyewa rumah sempit berdinding bambu. R

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Juni 2017 | Dibaca : 574 Pengunjung


Dongeng dan Buku

Presiden Joko Widodo mendongeng di halaman Istana Merdeka ketika memperingati Hari Buku Nasional,Rabu 17 Mei lalu. Di hadapan sekitar 500 siswa SD dan SMP, Jokowi membacakan dongeng Lutung Kasarung,cerita rakyat yang berasal dari daerah Jawa Barat. Para siswa yang berasal dari 10 sekolah ter

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Mei 2017 | Dibaca : 324 Pengunjung


Mengasuh Anak Jadi Suputra

TUJUAN perkawinan dalam ajaran Hindu adalah meneruskan keturunan. Karena itu ajaran Hindu tidak membenarkan adanya perkawinan sejenis lantaran tak akan memungkinkan mendapatkan keturunan dari perkawinan yang tidak normal itu. Sementara itu sebuah keluarga sudah pasti mendambakan kelahiran putra-putri y

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Mei 2017 | Dibaca : 285 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?