Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


425080

Pengunjung hari ini : 316
Total pengunjung : 85961

Hits hari ini : 606
Total Hits : 425080

Pengunjung Online: 3


Twitter
Beranda

Penolakan Sarana Listrik di Bali

SEBAGAI kawasan pariwisata utama di Indonesia, kebutuhan listrik di Bali cukup tinggi dibandingkan kawasan lainnya. Apalagi sudah sebagian besar desa-desa di Bali mendapat aliran listrik, lebih dari 80 persen, angka yang tinggi untuk ukuran negeri ini. Sayangnya Bali tak pernah mandiri dalam pengadaan list

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 31 Juli 2017 | Dibaca : 427 Pengunjung


Tirthayatra tak Cuma Memuja Tuhan

ADA kabar gembira saat ini. Sudah dibuka penerbangan langsung Denpasar – India lewat Kuala Lumpur yang dilakukan oleh penerbangan nasional Batik Air. Walau tujuannya adalah kota Chennal di India Selatan penerbangan ini disambut banyak orang yang gemar melakukan tirthayatra ke India. Tentu juga disamb

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Juli 2017 | Dibaca : 655 Pengunjung


Persekutuan

ADA tembang lawas yang berisi nasehat dari seorang ayah kepada anaknya tentang bagaimana membuat persekutuan. Tembang berbentuk pupuh sinom, sebuah irama tradisi yang masih berakar pada masyarakat Jawa dan Bali, tidak mencantumkan siapa penggubahnya dan kapan tembang ditulis. Persekutuan yang dimaksudkan a

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Juli 2017 | Dibaca : 2058 Pengunjung


Bahasa Bali di Media Sosial

BAGAIMANAKAH sebaiknya menggunakan bahasa Bali di media sosial? Memang tidak ada aturannya dan juga tak ada yang mengatur. Namun karena tidak ada rambu untuk itu baru-baru ini terjadi sedikit heboh. Ada aplikasi yang bernama testony.com yang menggunakan bahasa Bali. Situs aplikasi ini memang diniatkan untu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 24 Juli 2017 | Dibaca : 474 Pengunjung


Aspirasi Jangan Dengan Kemarahan

PEMERINTAH sedang membidik ormas radikal, apalagi selain radikal jelas-jelas anti Pancasila. Ini mengancam keutuhan NKRI. Sudah ada yang dicabut badan hukumnya alias dibubarkan, yakni ormas HTI. Mungkin menyusul yang lainnya. Upaya pemerintah ini sejalan dengan gerakan untuk membuat masyarakat kembali

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Juli 2017 | Dibaca : 1025 Pengunjung


Serentak

KATA serentak ini sesungguhnya menjadi pemicu kisruhnya pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilu yang baru. Selama sembilan bulan dibahas, persis seperti orang mengandung, akhirnya “bayi” dilahirkan lewat operasi berdarah. Kalau fraksi-fraksi di DPR dianggap wakil keluarga, ada empat fraksi ya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Juli 2017 | Dibaca : 1333 Pengunjung


Kembalikan Fungsi Trotoar

KOTA Denpasar terus berbenah membangun dan memperbaiki trotoar. Memang pembangunan trotoar ini tak hanya di Denpasar, juga di kota-kota lain. Bahkan bukan cuma di perkotaan saja, di desa pun banyak dibangun trotoar. Termasuk trotoar yang sedang dikerjakan saat ini adalah di Jalan Pulau Belitung Denpasar, d

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 17 Juli 2017 | Dibaca : 827 Pengunjung


Hormat Kepada Guru

GURU mulai mendapat perhatian dari pemerintah. Pendidikannya ditingkatkan baik lewat jenjang formal maupun program sertifikasi. Gaji meningkat seirama dengan jam mengajar yang sudah dipatok setiap minggu. Tak bisa lagi menjadi guru seenaknya seperti absen mengajar. Guru harus menjadi panutan karena gur

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 Juli 2017 | Dibaca : 1053 Pengunjung


Sekolah Sistem Zonasi

HARI ini tahun ajaran baru 2017-2018 dimulai. Lalu lintas akan mulai ramai lagi karena anak-anak sekolah mulai masuk, teutama di perkotaan. Seperti biasanya setiap tahun ajaran baru akan ada kegaduhan. Entah itu masalah kurikulum, pergantian buku ajar, sistem penerimaan siswa maupun berbagai kebijakan yang

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 10 Juli 2017 | Dibaca : 785 Pengunjung


Tri Mala dan Tri Mala Paksa

AJARAN Tri Kaya Parisudha sangat relevan ketika kemerosotan moral dan prilaku melanda dunia. Sesungguhnya ajaran itu sudah merupakan rujukan keseharian umat Hindu, bagaimana berpikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik. Bukankah setiap hari kita melantunkan Puja Tri Sandhya di mana ajaran it

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Juli 2017 | Dibaca : 1121 Pengunjung


Ndeso

Kata paling populer saat ini adalah ndeso. Ini kata sifat yang asalnya dari kata desa. Sebutan ndeso tentu khas Jawa, tapi bukannya tak ada di daerah lain. Di Bali tetap disebut ndesa. Saya ingin berbagi cerita tentang ini. Sering kali orang-orang dewasa mengawali perkenalannya dengan menyebut "ti

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Juli 2017 | Dibaca : 2429 Pengunjung


Penghargaan Seni dalam PKB

ACARA rutin berkaitan dengan Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah memberikan penghargaan kepada para seniman. Penghargaan ini sudah diberikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kamis pekan lalu, berupa piagam dan uang tunai Rp 15 juta untuk setiap seniman. Jumlah uang itu sudah meningkat dari tahun sebelu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Juli 2017 | Dibaca : 494 Pengunjung


Periksa Jasmani dan Rohani

KENALI diri kita dengan baik, siapa sesungguhnya kita. Nasehat bijak ini sering kali kita dengar. Namun bagaimana cara kita mengenali diri kita sendiri? Rasanya kita sudah mengenalnya dengan baik. Tentu yang dimaksudkan bukan sekedar mengenali badan kasar kita, tetapi juga mengenali apa yang tidak nampak,

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Juli 2017 | Dibaca : 634 Pengunjung


Lebaran

Halal bihalal di rumah Romo Imam mulai sepi ketika saya datang. Tentu ini kesengajaan agar saya bisa ngobrol lebih banyak. “Sampeyan datang juga, saya kira tidak,” kata Romo menyambut saya. Kami bersalaman. Juga berpelukan. “Saya sengaja datang paling akhir, kan saya tidak merayakan l

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Juli 2017 | Dibaca : 658 Pengunjung


Bukan Memuja Binatang

SABTU Kliwon Wuku Uyesaat ini adalah satu dari enam tumpek yang ada dalam wariga umat Hindu di Bali. Lima lainnya adalah Tumpek Landep, Tumpek Wariga, Tumpek Kuningan, Tumpek Krulut, dan Tumpeng Wayang Tapi Tumpek Uye juga disebut Tumpek Kandang karena umat datang ke kandang-kandang hewan yang dipeliha

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 24 Juni 2017 | Dibaca : 913 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?