Ini Gambarku  
Dahulu bernama Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.  
 

Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda dari Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman disebarkan pula lewat web ini. Om Santih Om. (Web ini diluncurkan resmi dengan mencatat data pengunjung pada pukul 00.01 Rabu, 14 Maret 2012)
 
BUKU
 

Lihat Buku Lainnya...
ARSIP CARI ANGIN
Expand All | Contact All
WEB STATISTIC

128085

Pengunjung hari ini : 45
Total pengunjung : 28068

Hits hari ini : 117
Total Hits : 128085

Pengunjung Online: 2


FACEBOOK FANS PAGE

TWITER TIMELINE
Minggu,20 Juni 2010 @ 11:38
(Ter) Mirip
Pandita Mpu Jaya Prema

Putu Setia

(Dimuat Koran Tempo 20 Juni 2010)

Saya tak menyangka kalau Romo Imam datang ke rumah saya.  “Saatnya kita harus bersuara. Ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut,” kata Romo setelah saya persilakan duduk di ruang tamu yang sumpek.

“Memalukan, kasus video mesum dibicarakan berlama-lama,” katanya. Saya kaget, orang setua Romo bicara masalah itu. “Romo, sudahlah. Semua orang mengharap kasus itu jangan dibahas lagi, tapi karena setiap orang saling mengharap, jadinya malah makin bising. Seharusnya, jika kita sepakat meredam kasus itu, ya, kita diam semua.”

“Kali ini tak bisa diam, malah harus bicara,” kata Romo. “Polisi membuat riuh sesuatu yang seharusnya tidak riuh. Bahkan mereka menciptakan istilah baru dalam dunia hukum, yaitu mirip atau termirip.”

Romo membuka catatan.  “Dulu, dengan menghormati asas praduga tak bersalah, seseorang yang baru ditengarai melakukan tindak pidana, cukup disebut diduga atau terduga. Contohnya: ‘Video mesum itu diduga dilakoni Luna dan Ariel.’ Artinya, belum pasti apakah pelakonnya Luna dan Ariel. Sekarang kok pakai istilah mirip. Coba simak ini: ‘Video mesum yang diduga mirip Luna dan Ariel.’ Ini kan membingungkan? Diduga dan mirip itu sama-sama belum berarti kenyataan, kenapa digandeng?”

Romo melanjutkan: “Jika kasus pidana ditangani seperti ini, betapa panjangnya mencapai kepastian hukum. Pertama seseorang dinyatakan ‘termirip’.  Setelah diteliti dengan berbagai alat, kemudian naik status menjadi ‘ternyata’. Artinya orang itu nyata adanya, tapi belum tentu bersalah. Statusnya lantas diselidiki, jadilah dia ‘terduga’. Setelah ada alat bukti, lalu diperiksa dan statusnya menjadi ‘tersangka’. Proses hukum berlanjut ke pengadilan, jadilah ‘terdakwa’, karena jaksa mengeluarkan dakwaan. Hakim kemudian memutus perkara, jadilah ‘terhukum’. Setelah vonis hakim ini punya kekuatan hukum tetap, baru menjadi ‘terpidana’. Setelah itu ada proses hukum luar biasa seperti peninjauan kembali, tetapi masyarakat sudah lupa siapa pelaku tindak pidana itu, muncul status baru: ‘terlupakan’. “

“Romo mengada-ada,” saya memotong. Romo tertawa: “Sudah berapa banyak koruptor yang tiba-tiba saja meninggalkan penjara karena bebas bersyarat atau memang sudah selesai dipidana? Masyarakat  sibuk dengan isu yang terus bermunculan, lupa memantau, apakah remisi terpidana sudah benar atau janggal? Terpidana yang membangun ‘sel hotel’, apa masih dipantau masyarakat? Semuanya ‘terlupakan’. Ada bom meledak, eh, pelakunya ternyata teroris yang tadinya dikira masih di penjara.”

Saya kembali ke fokus: “Romo, soal ‘termirip’ itu, bagaimana mestinya?” Romo menjawab: “Tak perlu ada. Atau tak perlu berlama-lama. Soal mirip Luna Maya atau tidak, perintahkan seorang polisi wanita memeriksa bokong Luna Maya, ada tato kupu-kupu apa tidak. Itu pekerjaan lima belas menit, bukan lima belas hari. Kalau pun kurang bukti, perintahkan ahli forensik wajah meneliti perbandingan antara gambar dan kenyataan, sertakan psikolog. Atau libatkan ulama seperti saya, saya tahu orang berbohong dan orang jujur hanya dari gerak-geriknya selama berkata, apalagi yang dikatakannya.”

“Wah… wah… wah…” hanya itu komentar saya. Romo berdiri mau pamit: “Karena itu mari kita bersuara, tolong selesaikan kasus video mesum ini dengan cara normal, bertindak tegas. Memalukan urusan begini masuk sidang parlemen dan istana.”

Romo meninggalkan rumah saya. Tiba-tiba istri saya datang. “Kamu kok tega tidak menyapa Romo,” tegur saya. Istri saya tenang saja: “Saya tak yakin itu Romo, saya menduga itu orang mirip Romo Imam.”

 
Kategori : CARI ANGIN
 

0 Komentar


 

Isi Komentar :

Nama : *)
Email :
    *)Tidak Akan di Publish
Website : http://
komentar : *)
    (37 + 11 = ?) *)
   
    *) Wajib diisi.
Search

VIDEO GALERI

FOTO GALERI

Lihat Foto Lainnya...
KALENDER BALI

AGENDA KEGIATAN

Lihat Agenda Lainnya...
ARSIP BY KATEGORI
OTOBIOGRAFI MPU JAYA PREMA(6)
SARASAMUCCAYA(1)
KULWIT (KUliah Lewat tWITter)(10)
KABAR SEKILAS(2)
BHAGAWAT GITA(18)
MANUSA YADNYA(7)
RENUNGAN(4)
BELAJAR JURNALISTIK(8)
SOSIAL BUDAYA(17)
PASRAMAN(3)
PUJA STAWA(36)
DHARMA WACANA(8)
CARI ANGIN(94)

Copyright © 2011 Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Maintained by rumahmedia