Dahulu bernama Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selamat datang di website Mpu Jaya Prema Ananda.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


447486

Pengunjung hari ini : 64
Total pengunjung : 74786

Hits hari ini : 1267
Total Hits : 447486

Pengunjung Online: 2


Twitter
Beranda

Buku Baru Terbit Akhir Oktober

Buku Lentera Lereng Batukaru 2 ini adalah kelanjutan dari buku Lentera Lereng Batukaru sebelumnya. Jika buku pertama berisi "tutur kebajikan" maka pada buku kedua ini merupakan himpunan "Mimbar Hindu" yang semuanya ditulis dari Pasraman Manikgeni Dharmayasa Desa Pujungan. Seperti biasa

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 30 September 2014 | Dibaca : 22 Pengunjung


Sampai Kapan Bali Indah

PULAU Bali tetap menjadi pulau nomor satu di dunia untuk dikunjungi wisatawan. Penghargaan itu kembali diterima tahun ini. Namun, sebagai daerah favorit wisatawan, Bali mendapat saingan ketat dari Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat dan Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur. Keunikan Raja Ampat selain ke

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 September 2014 | Dibaca : 12 Pengunjung


Penyeimbang

Kemarin, saya diundang makan malam oleh Romo Imam. "Untuk merayakan kembalinya Orde Baru," katanya, bercanda. "Ini hari kedua, apa sudah ada perubahan?" "Saya sudah lupa Orde Baru, kecuali menonton film Pengkhianat G30S/PKI di TVRI," kata saya. "Kalau saya saja lupa,

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 September 2014 | Dibaca : 16 Pengunjung


Catur Guru yang Tak Terpisahkan

SEBUAH bangsa yang maju pasti karena di sana ada guru-guru bermutu. Ungkapan ini seringkali dilontarkan oleh berbagai tokoh. Artinya, peran dan peranan guru sangat menentukan maju mundurnya sebuah bangsa. Karena generasi yang terdidik bagus hanya bisa dilakukan oleh guru yang baik. Tentu pula ada sistem di

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 September 2014 | Dibaca : 22 Pengunjung


KamasanJadi Warisan Budaya

ADA kejutan dari maestro pelukis kondang Nyoman Gunarsa. Ia mengusulkan agar Seni Lukis Klasik Bali – Kamasan masuk nominasi Warisan Budaya Dunia. Banyak negara berlomba-lomba mengajukan kekayaan budaya bangsanya untuk dijadikan Warisan Budaya Dunia. Apakah nanti Seni Lukis Klasik Bali – Kamasa

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 September 2014 | Dibaca : 18 Pengunjung


Kabinet

Kaget juga saya ketika dipanggil Romo Imam untuk membicarakan masalah pekerjaan. Mau bekerja apalagi sudah tua begini? Ternyata yang dimaksud rencana anaknya yang akan membuat percetakan kecil-kecilan dan pembuatan papan nama. “Begitu Jokowi dilantik sebagai presiden, usaha ini akan kebanjiran order,

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 September 2014 | Dibaca : 20 Pengunjung


Nyepi KaryaJelang Ngusaba

BEBERAPA desa pekraman di Bali, minggu depan akan menyelenggarakan “nyepi karya”. Hari Selasa, 23 September, bertepatan dengan Tilem Ketiga, diadakan tawur. Esoknya nyepi seharian. Nyepi yang tidak ada kaitannya dengan tahun baru Sakaini hampir sama dengan nyepi yang normal. Intinya, hening sej

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 September 2014 | Dibaca : 16 Pengunjung


Sila keempat Pancasila

(Tulisan ini versi yang panjang. Lihat catatan di akhir tulisan) Pancasila yang menjadi dasar negara kita, sudah dihafal sejak usia sekolah dasar. Kalau pun masih ada yang salah dalam mengucapkannya tanpa teks, itu terjadi pada sila ke empat yang memang kalimatnya lebih panjang dari sila yang lainnya.

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 19 September 2014 | Dibaca : 31 Pengunjung


Sila Keempat

Pancasila sudah banyak dihafal. Kalaupun masih ada yang salah mengucapkan, itu terjadi pada sila keempat yang berbunyi: "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan." Sila ini juga membingungkan dalam membaca kata-kata "permusyawaratan/perwakil

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 19 September 2014 | Dibaca : 15 Pengunjung


Pemimpin

Apa lagi yang mau ditulis soal Ahok? Semuanya sudah terbuka. Caranya marah, caranya membela diri, intonasi suaranya, gesture tubuhnya saat bicara, semuanya telanjang. Apakah dia pemimpin ideal? Pemimpin ideal itu tergantung masyarakat yang dipimpinnya. Gaya kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias A

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 14 September 2014 | Dibaca : 27 Pengunjung


Sisi Lain dari Tumpek Wayang

Hari ini Sabtu Kliwon wuku Wayang lebih populer disebut Tumpek Wayang. Di banyak tempat dilakukan ruwatan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara masal dengan menggelar wayang kulit Sapuh Leger. Anak-anak yang lahir di wuku Wayang haruslah diruwat dan Sabtu ini adalah puncaknya. Hal seperti ini suda

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 13 September 2014 | Dibaca : 18 Pengunjung


Perkawinan Beda Agama Menurut Hindu

SAAT ini ramai diperdebatkan soal perkawinan beda agama. Penyebabnya karena ada yang menggugat Undang Undang Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi dengan harapan agar perkawinan beda agama mendapat perlindungan hukum dari negara. Dengan perlindungan hukum itu maka status mereka jelas, yang nanti terkait dengan

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 08 September 2014 | Dibaca : 24 Pengunjung


Yogya

Yogya istimewa. Irama rap yang mendominasi pentas From Republik Jogja with Love ini cukup jeli menggambarkan keistimewaan Yogyakarta. Dibawakan dengan riang dan jenaka, para penyanyi rap melantunkan berulang-ulang: Yogya, Yogya. Yogya istimewa. Istimewa makanannya, istimewa orangnya.... Pentas itu suda

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 07 September 2014 | Dibaca : 25 Pengunjung


Sikap Tubuh dalam Meditasi

PADA tulisan sebelumnya (Meditasi Menurut Bhagawad Gita) sudah diuraikan tentang bagaimana meditasi menurut Bhgawad Gita sampai pada mempersiapkan tempat duduk. Supaya tidak lupa, kali ini disambung dengan sikap tubuh dan apa yang perlu dibangkitkan. Sekali lagi, meditasi ini menurut Bhagawad Gita, bukan m

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 06 September 2014 | Dibaca : 20 Pengunjung


Bersahabat Dengan Kera

KORBAN digigit kera terus berjatuhan di Pura Lempuyang Luhur. Bukan saja pemedek, juga turis asing pernah dijadikan korban. Yang terbaru adalah pecalang yang justru sedang membersihkan pura itu dari kotoran. Korban diserang dengan ganas sampai pecalang tersebut dirawat di RSU Amlapura. Luar biasa ganasnya

Selengkapnya...

Oleh : Pandita Mpu Jaya Prema | 01 September 2014 | Dibaca : 17 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?