Selamat datang di website Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Jika ingin donasi untuk biaya domain sila: Rek BRI 4780-01-000648-50-1 a.n. PUTU SETIA

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


269635

Pengunjung hari ini : 234
Total pengunjung : 54456

Hits hari ini : 760
Total Hits : 269635

Pengunjung Online: 1


Twitter
Beranda

Mari Mengetuk Pintu Hati

BETAPA pentingnya menyadari dan belajar mengenal diri sendiri, terlebih di dunia yang konon sudah mengalami kemerosotan moral ini. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan di masyarakat saat ini yang mengharuskan kita untuk mengetuk pintu hati, apa sesungguhnya yang salah. Kekalahan Basuki

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 April 2017 | Dibaca : 94 Pengunjung


Rukun

Menjelang pemilihan kepala daerah Jakarta, situasi menegangkan. Kapolri Tito Karnavian menjelaskan langkah antisipasi untuk mengamankan Jakarta. Ada gerakan orang daerah yang akan datang ke Jakarta dengan dalih mengamankan tempat pemungutan suara. Kapolri menyatakan hal itu harus dicegah. Polisi mengeluark

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 April 2017 | Dibaca : 100 Pengunjung


Mengkritisi Yadnya

WARGA Desa Adat Culik, Kecamatan Abang, Karangasem, mengadukan panitia karya ngenteg linggih Pura Dalem setempat karena diduga ada unsur penggelembungan biaya upacara yadnya. Ngenteg linggih itu menghabiskan biaya Rp 3,142 milyar. Yang menarik mereka membandingkan dengan ngenteg linggih desa tetangganya ya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 17 April 2017 | Dibaca : 319 Pengunjung


Mulat Sarira di Hari Kuningan

DI Hari Raya Kuningan saat ini, setelah kita berbhakti kepada leluhur di pagi hari, marilah kita melakukan koreksi diri dengan melakukan mulat saria alias introspeksi diri. Mulat sarira ini penting dilakukan untuk membentengi diri kita agar tidak banyak terpengaruh nafsu-nafsu buruk, baik yang masih di dal

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 April 2017 | Dibaca : 386 Pengunjung


Ibu Kota

Ada teman yang mau menjual rumahnya di Bukit Hindu, sebuah kawasan yang tidak ada bukitnya di Kota Palangkaraya. Entah kenapa pula ada kata "Hindu" untuk penamaan itu. Teman saya menjual rumahnya bukan karena nama kawasan yang rada aneh itu, tapi ia bersiap pensiun dan mau meninggalkan Kalimantan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 April 2017 | Dibaca : 419 Pengunjung


Festival Piodalan

SEORANG antropolog warga negara Jerman namun mengajar di sebuah universitas terkenal di Australia dengan sangat serius bertanya apakah benar di Bali nanti, maksudnya mulai hari ini, akan ada “festival piodalan”. Istilah itu dia dapatkan dari temannya dan dia tak tahu apakah itu diucapkan secara

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 10 April 2017 | Dibaca : 410 Pengunjung


Pengamalan Agama Ibarat Sebutir Telur

OmAsato ma sadgamaya,tamaso ma jyotir gamaya,mrtyor mãmrtham gamaya. SLOKA di atas kalau diterjemahkan dengan bebas artinya begini: Om Hyang Widhi, bimbinglah kami dari jalan yang tidak benar, menuju jalan kebenaran. Bimbinglah kami dari kegelapan pikiran,menuju cahaya pengetahuan yang suci. Bi

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 April 2017 | Dibaca : 469 Pengunjung


Tak Lucu

Hadir pada ulang tahun Romo Imam, saya diminta menyampaikan kritik. Saya katakan Romo sudah berubah. "Tidak lagi lucu, baik saat memberi wejangan maupun saat menulis di jurnal. Barangkali faktor usia," kata saya. Romo langsung terbahak. "Sampeyan benar," katanya. "Ulah para neg

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 April 2017 | Dibaca : 446 Pengunjung


Galungan dan Buah Lokal

MUNGKIN ini terlalu ideal. Hari Raya Galungan menggunakan buah lokal, sebagaimana yang menjadi tradisi sejak dahulu kala. Disebut sangat ideal karena hal itu tidak mungkin terjadi belakangan ini. Headline koran Pos Bali terbitan Sabtu, 1 April lalu, secara gamblang menyebutkan, pisang didrop dari luar Bali

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 April 2017 | Dibaca : 429 Pengunjung


Bhuta Kala dan Bhuta Tiga

BHUTA Kala menguasai segala penjuru mata angin.  Begitulah konsep dalam ritual Hindu dengan budaya Bali. Bhuta simbol roh yang jahat di alam semesta ini (bhuwana agung) yang harus dinetralisir sedangkan toh jahat di dalam diri manusia adalah nafsu buruk yang harus dikalahkan.  Berbagai ritual dip

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 April 2017 | Dibaca : 351 Pengunjung


Aksi

Berbagai ormas Islam kembali melaksanakan aksi massa. Kali ini labelnya aksi 313, penamaan kreatif untuk menjelaskan aksi itu terjadi pada tanggal 31 di bulan ke-3, alias 31 Maret. Sebelumnya ada aksi berlabel 112 yang merujuk ke hari bertanggal 11 Februari. Padahal, kalau tak dicatat baik-baik, di kemudia

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 April 2017 | Dibaca : 396 Pengunjung


Komersialisasi Ritual Hindu

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menyelenggarakan seminar bertajuk “Komersialisasi Ritual Hindu untuk Pariwisata” pada Rabu 22 Maret pekan lalu. Seminar ini menyambut ulang tahun ke 54 Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan UNHI dengan nara sumber Rektor UNHI Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Maret 2017 | Dibaca : 379 Pengunjung


Belajar Melaksanakan Brata Penyepian

SUDAH bermunculan baliho di jalan-jalan yang mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi. Baik dari pejabat maupun politisi yang mau “menjual diri” untuk kepopulerannya. Selain ucapan yang formal ada yang menyebut “mari kita laksanakan Catur Brata Penyepian”. Apakah pemilik foto di baliho i

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 25 Maret 2017 | Dibaca : 776 Pengunjung


Ogoh-ogoh

Datanglah ke Bali, Senin, 27 Maret nanti. Di pelosok pulau itu, di kota maupun di desa, masyarakat ramai mengarak ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh ini lambang setan, atau di Bali disebut bhuta. Wajahnya seram, melambangkan sifatnya yang buruk suka mengganggu orang. Kalau dipadankan saat ini, ogoh-ogoh cocok melambangk

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 25 Maret 2017 | Dibaca : 441 Pengunjung


Menagih Program Para Cagub

PEMERINTAH daerah kini berlomba-lomba membangun jalur pedestrian yang manusiawi di berbagai kota. Bukan cuma di ibukota provinsi, juga di kota-kota kabupaten. Pedestrian itu adalah melebarkan trotoar untuk memanjakan para pejalan kaki. Di situ pula dibangun taman-taman kecil dan ada bangku untuk duduk seje

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 Maret 2017 | Dibaca : 524 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?