Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Om Swastyastu. Ini website terbaru Mpu Jaya Prema Ananda, dahulu bernama Putu Setia. Blog dan web sejenis sebelumnya otomatis dinon-aktifkan. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om. (Web ini diluncurkan resmi dengan mencatat data pengunjung pada pukul 00.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


1138150

Pengunjung hari ini : 210
Total pengunjung : 159402

Hits hari ini : 1275
Total Hits : 1138150

Pengunjung Online: 3


Twitter
Beranda

Parisada Tanpa Sabha Walaka

MAHASABHA Parisada Hindu Dharma Indonesia yang ke 11 akan dilangsungkan di Surabaya pada 21 sampai 23 Oktober 2016. Panitia yang dipimpin Ketua Umum Laksda TNI INGN Ary Atmaja, SE dengan Sekretaris UmumKolonel Laut Dr. I Made Jiwa Astika, M.MTsudah bekerja keras. Steering Committe dipimpin KS Arsana, S.Psi

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Mei 2016 | Dibaca : 10 Pengunjung


Sungkem ke Ibu Pertiwi

SEJUMLAH orang berpakaian adat Bali melakukan persembahyangan ke stupa tertinggi di Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Usai sembahyang, mereka sungkem di kaki stupa itu dengan khusyuk. Ini hal yang biasa dilakukan umat Hindu di Jawa, namun tidak biasa dilakukan umat Hindu di Bali. Betul saja

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Mei 2016 | Dibaca : 302 Pengunjung


Golkar

Inilah Golkar rasa baru. Hasil musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua Bali. Apakah rasa itu kecut, manis, atau hambar tergantung dari mana memandang pohon beringin yang sudah berkali-kali ganti juragan itu. Namun ada yang tidak berubah. Yakni etika berpolitik Golkar yang se

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Mei 2016 | Dibaca : 15 Pengunjung


Mencari Model Pendidikan Hindu

BANYAK pengamat sosial mengatakan, kemerosotan akhlak dan moral belakangan ini karena gagalnya agama dalam keseharian. Yang dimaksudkan adalah ajaran agama baru pada tingkat ritual saja, belum pengamalan. Berbondong-bondong orang sembahyang ke pura, sholat ke masjid, berbhakti ke wihara dan gereja, tetapi

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Mei 2016 | Dibaca : 9 Pengunjung


Berhubungan Seks adalah Ritual

PELECEHAN seks, terutama yang menimpa anak-anak di bawah umur, sudah menjadi kegawatan yang luar biasa sekarang ini. Pemerintah pun sepakat menjadikan “keadaan darurat”. Kasus Yuyun, gadis 14 tahun yang diperkosa sampai tewas oleh 14 remaja tanggung di Rejang Lebong, Bengkulu, ibarat gong yang

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 Mei 2016 | Dibaca : 7 Pengunjung


Rismaharini

Tiga tahun lalu, di bulan September, saya menulis di rubrik ini tentang Risma, Wali Kota Surabaya. Saya kagum dan memujinya. Risma menampilkan gaya pemimpin beda. Ia ikut mengatur lalu lintas ketika macet dan memungut sampah di jalanan. Di mobilnya yang ada sapu, ember, plastik tempat sampah. Bukan buah da

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 Mei 2016 | Dibaca : 20 Pengunjung


Ekses Internet Murah

AWALNYA seolah tak ada hubungan antara internet murah dengan kasus pemerkosaan yang dialami pelajar SMP di sebuah desa di Rejang Lebong, seratus kilometer lebih dari kota Bengkulu. Gadis itu, Yuyun, baru berusia 14 tahun. Ia pulang dari sekolahnya sendirian melewati kebun karet. Tinggal berjarak 500 meter

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Mei 2016 | Dibaca : 6 Pengunjung


Terbayang Orang yang Telah Meninggal

ADA seseorang yang bertanya, apa yang mesti dilakukan jika setiap saat masih terkenang orang tua yang sudah meninggal dunia? Bahkan orang tuanya itu muncul dalam mimpi, tak hanya sekali tetapi beberapa kali. Padahal orangtuanya itu sudah diupacarai ngaben setahun yang lalu. Dia merasa terganggu. Ada pu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 07 Mei 2016 | Dibaca : 4 Pengunjung


Y Y

Hari libur panjang ini, Anda pergi ke mana? Mengunjungi desa mungkin lebih baik, apakah itu kampung halaman Anda sendiri atau kampung orang lain yang sudah jadi tujuan wisata. Desa sudah demikian maju. Para remaja desa suka nongkrong di tempat tertentu, misalnya, di depan minimarket yang sekarang berte

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 07 Mei 2016 | Dibaca : 9 Pengunjung


Menunggu Bandara Dwijendra

BALI utara akan memiliki bandar udara (bandara) internasional, ini bukan sekedar mimpi lagi. Menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika sudah ada kesepakatan antara Pemprov Bali dengan investor asal Kanada yakniAirport Kinesis Canada (AKC) untukpembangunan bandara di Kabupaten Bulelengitu. Kini tinggal meng

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 Mei 2016 | Dibaca : 1370 Pengunjung


Hewan Dipelihara Tapi Juga Dikorbankan

(Menyambut Hari Tumpek Kandang 30 April 2016) DALAM ajaran Hindu binatang harus dimuliakan. Semua hewan adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan seperti juga manusia. Karena itu dalam mantram yang dijadikan Puja Trisandhya ada kata-kata yang berbunyi: “Sarvaprani hitankarah” artinya: hendaknya se

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 30 April 2016 | Dibaca : 69 Pengunjung


Calon Gubernur

Tak ada pemilihan gubernur yang seheboh di Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai petahana memberi tamparan kepada partai politik. Jika dulu dia diusung Partai Gerindra, dalam posisi sebagai calon wakil gubernur yang dipasangkan dengan jagoan PDI Perjuangan, Joko Widodo, kini Ahok meninggalkan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 30 April 2016 | Dibaca : 87 Pengunjung


Peduli Pada Kaum Miskin

BERBICARA soal kemiskinan di Bali seperti membicarakan dongeng masa lalu. Itu kalau pembicaraan atau obrolan kita dilangsungkan di Jakarta atau kota-kota lain di luar Bali. Apa ya masih ada orang miskin di Bali? Apa ya begitu gemerlapnya wisata di Bali, begitu megahnya hotel-hotel, masih ada orang Bali yan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 25 April 2016 | Dibaca : 57 Pengunjung


Mala Jiyestha Bulan Nampi Sasih

KALENDER Saka yang sudah diadopsi di Bali mengenal Sasih Jiyesta. Ini adalah bulan ke sebelas. Sekarang ini masih Sasih Jiyestha, Sabtu Pon hari ini (23 April 2016) baru Pangelong 2, jadi masih ada 13 hari lagi Sasih Jiyestha. Setelah bulan ke sebelas, tentu saja datang bulan ke dua belas, yang dalam Kalen

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 April 2016 | Dibaca : 193 Pengunjung


Kenapa Kita Mudah Marah

PERUBAHAN di bidang sosial budaya yang mencemaskan para pemerhati saat ini adalah gampangnya orang-orang Indonesia marah. Disenggol sedikit marah, dikritik sedikit marah. Dan kalau kemarahan itu diladeni maka terjadilah adu mulut yang bisa panjang disertai kata-kata yang kotor. Itu terjadi di berbagai temp

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 18 April 2016 | Dibaca : 101 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?