Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selamat datang di website Mpu Jaya Prema Ananda.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


573358

Pengunjung hari ini : 106
Total pengunjung : 92649

Hits hari ini : 434
Total Hits : 573358

Pengunjung Online: 3


Twitter
Beranda

Jokowi di Simpang Jalan

Tidak ada makan siang yang gratis. Ini ungkapan populer di Barat. Kalau di sini, yang populer sekarang adalah"tak ada kandidat presiden yang gratis". Siapa yang disindir? Tentu Joko Widodo, presiden ketujuh negeri ini. Ia menjadi calon presiden dalam pemilu pada tahun lalu karena ditu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Januari 2015 | Dibaca : 23 Pengunjung


Krama Adat di Perkotaan

ORMAS Cakrawayu Tolak UU Desa. Demikian judul berita yang dimuat koran Pos Bali terbitan Denpasar pada penerbitan Jumat (16/1) yang lalu. Dalam berita disebutkan Wakil Ketua Cakrawayu Ida Bagus Adnyana menyerahkan pernyataan sikap kepada Pemkot Denpasar yang diterima oleh Asisten I Pemkot Ketut Mister. Yan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 19 Januari 2015 | Dibaca : 32 Pengunjung


Goro-goro

Pergelaran wayang kulit Jawa mengenal adegan "goro-goro". Seperti itulah situasi saat ini setelah DPR menyetujui calon Kapolri Budi Gunawan. Presiden Joko Widodo dihadapkan pada sesuatu yang sulit karena Kapolri terpilih itu menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Budi Gunawan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 18 Januari 2015 | Dibaca : 23 Pengunjung


Bagaimana Menyederhanakan Banten

MASALAH kemiskinan di Bali yang dikaitkan dengan pengeluaran untuk ritual keagamaan akhirnya bermuara pada pembuatan banten. Lalu muncul alternatif, kenapa banten tidak disederhanakan saja, supaya murah. Bisakah banten itu disederhanakan dan bagaimana caranya? Saat ini sampai  muncul anekdot bahwa

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 17 Januari 2015 | Dibaca : 38 Pengunjung


Menjaga Warisan Mpu Kuturan

SALAH satu warisan monumental Mpu Kuturan adalah mendirikan Desa Pekraman di Bali. Desa itu adalah konsep cemerlang untuk menyatukan masyarakat Bali yang terpecah-belah oleh begitu banyaknya sekte dalam melaksanakan ritual keagamaan. Kini Desa Pekraman begitu terkenal. Bahkan hari-hari ini selalu disebut d

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 Januari 2015 | Dibaca : 157 Pengunjung


Amburadul

Sore itu, saya bersama Romo Imam mau cari udara segar di pantai. Kami naik angkot, begitulah kendaraan penumpang mini itu biasa disebut, padahal kawasan ini jauh dari kota. Penumpang sepi, maklum orang lebih senang naik motor atau mobil pribadi. Romo pun leluasa ngobrol dengan supir. Saya dengar Romo berta

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 11 Januari 2015 | Dibaca : 69 Pengunjung


Revolusi Mental dalam Melakukan Yadnya

PEMDA Provinsi Bali akhirnya menyelenggarakan dialog soal kemiskinan yang dipengaruhi unsur upacara agama. Sebelumnya secara berturut-turut koran ini memberitakan masalah itu. Kemiskinan itu sendiri adalah fakta karena berdasarkan pendataan Biro Pusat Statistik. Kaitannya dengan upacara keagamaan juga fakt

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 10 Januari 2015 | Dibaca : 149 Pengunjung


Orang Miskin di Bali

BANYAK orang tak percaya kalau di Provinsi Bali ada orang miskin. Bagaimana mungkin pulau penghasil devisa pariwisata terbesar di Indonesia itu masih ada orang miskin. Dolar mengalir terus ke pulau ini, kawasan wisatanya yang begitu megah dan gemerlapan di Bali Selatan berkali-kali mendapat  sanjungan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 05 Januari 2015 | Dibaca : 131 Pengunjung


Premium

Duka dan suka mengawali tahun 2015. Duka karena musibah. Yang paling heboh tentu tenggelamnya pesawat AirAsia di perairan Karimata. Duka lainnya pun banyak, Pasar Klewer yang jadi ikon pasar batik terbesar di Indonesia musnah dilalap api. Ada kawasan yang kebanjiran, termasuk terjangan air laut di Manado.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 04 Januari 2015 | Dibaca : 86 Pengunjung


Catatan Akhir Tahun Mpu Jaya Prema: Perang Opini yang Membuat Gamang

Tahun 2014 yang terjadi di Bali adalah perang opini. Siapa yang menang memainkan opini maka merekalah yang seolah-olah benar. Bahkan bukan cuma perang, tetapi  terjadi pembelokan opini dengan tujuan tertentu. Yang jelas dari perang opini ini keputusan yang diambil pun jadi gamang alias mengambang. Ada

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 30 Desember 2014 | Dibaca : 573 Pengunjung


Petasan Menyambut Tahun Baru

SETIAP menjelang tahun baru suara petasan dan kembang api menggelegar ke udara. Suaranya membuat  gaduh dan pijar-pijar kembang apinya seringkali membuat khawatir akan terbakarnya pura yang beratap ijuk. Saat ini suara petasan dan kembang api sudah beraksi. Puncaknya pada malam tahun baru diperkirakan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Desember 2014 | Dibaca : 81 Pengunjung


Bencana

Bencana sering datang di akhir tahun. Bisa dimaklumi. Musim hujan memang di bulan-bulan akhir tahun dan berlanjut ke awal tahun. Hujan yang ditunggu para petani menjadi pangkal bencana. Ada tanah longsor seperti di Banjarnegara. Penyebabnya konspirasi antara hujan dan kostur tebing yang tak banyak pohon ka

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 Desember 2014 | Dibaca : 89 Pengunjung


Simbol Tamiang di Hari Kuningan

HARI Raya Kuningan adalah hari untuk pemujaan kepada leluhur. Dalam ajaran Hindu disebutkan roh para leluhur menyatu dalam sinar suci Hyang Widhi, bukan “berada di sisi-Nya” sebagaimana keyakinan umat beragama lain. Pemujaan kepada leluhur itu dilakukan pada pagi hari. Konon pada pagi hari itul

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Desember 2014 | Dibaca : 76 Pengunjung


UU Hak Cipta Versi Baru

TANPA banyak publikasi pemerintah bersama DPR mengesahkan Undang Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Mulai berlaku saat diundangkan pada 16 Oktober 2014, hanya empat hari sebelum Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengakhiri masa jabatannya, undang-undang ini menggantikan UU No. 19 Tahun 2002 tenta

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Desember 2014 | Dibaca : 69 Pengunjung


Natal

Selamat Hari Natal bagi yang merayakan, di manapun berada, apapun agamanya. Lho apapun agamanya? Benar. Saya memakai kata “merayakan” dalam arti yang diuraikan kamus bahasa Indonesia, yakni “memestakan”. Natal sudah pasti ada pesta diskon di berbagai pasar swalayan. Pasar moderen su

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Desember 2014 | Dibaca : 82 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?