Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selamat datang di website Mpu Jaya Prema Ananda.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


625621

Pengunjung hari ini : 26
Total pengunjung : 99928

Hits hari ini : 56
Total Hits : 625621

Pengunjung Online: 1


Twitter
Beranda

Seumur Jagung

Surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang larangan rapat di hotel untuk pegawai negeri tak seumur jagung, baik jagung bertangkai ganda maupun tunggal. Diberlakukan sejak Desember tahun lalu, edaran Menteri Yuddy Chrisnandi ini berisi sanksi penundaan kenaikan pangka

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Maret 2015 | Dibaca : 13 Pengunjung


Tayangan Tri Sandhya di Televisi

SETELAH Nyepi berlalu dan ogoh-ogoh meramaikan tayangan televisi di seluruh Nusantara, kini saatnya kita berbicara tentang tayangan televisi yang lain, yang berkaitan dengan agama Hindu. Yakni tayangan Puja Tri Sandhya yang sudah diikuti hampir semua televisi di Bali. Hal ini menarik untuk diperbincangkan,

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Maret 2015 | Dibaca : 192 Pengunjung


Ogoh-Ogoh

Tahun baru Saka, yang disebut Nyepi, sudah berlalu kemarin. Sehari sebelumnya, umat Hindu di berbagai tempat mengarak ogoh-ogoh ke jalanan. Ini adalah patung dari bahan ringan yang menggambarkan wajah raksasa, simbol dari Sang Butha alias setan. Terserah mau mewujudkan raksasa perkasa, raksasa kemayu atau

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Maret 2015 | Dibaca : 33 Pengunjung


Fenomena Ogoh-Ogoh Mini

KEBERADAAN ogoh-ogoh mini menjadi hal yang menarik sekitar lima tahun belakangan ini. Ogoh-ogoh mini kini sebuah industri mainan yang beromzet tinggi. Bayangkanlah ogoh-ogoh yang termurah berharga Rp 70.000 dan yang tertinggi sampai Rp 1 juta. Umumnya yang digemari anak-anak yang bentuknya sedang dan bisa

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Maret 2015 | Dibaca : 47 Pengunjung


Heboh

Suara pesawat menderu. Romo Imam langsung menatap langit. Dua Sukhoi terbang memecah mendung. "Apa mau dipulangkan lagi ke Bali?" kata Romo. Saya gagal paham. "Siapa yang dipulangkan?" "Siapa tahu dua terpidana mati Bali Nine yang sudah di Nusakambangan mau dipulangkan ke Bali.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 Maret 2015 | Dibaca : 53 Pengunjung


Melasti Nyepi, Ritual Suci

MELASTI dalam kaitan dengan ritual Nyepi sebentar lagi dimulai. Bagi anak-anak dan remaja di desa-desa pegunungan, kesempatan melasti jadi kegembiraan tersendiri. Melasti itu sudah dibolehkan memakai mobil dan sepeda motor karena jarak desa dengan pantai jauh. Tidak seperti di masa lalu takkala melasti ber

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 Maret 2015 | Dibaca : 199 Pengunjung


Memahami JK

Tak terlalu sulit memahami Jusuf Kalla (JK) selama ini. Dia orang yang terbuka, omongannya jelas dan lancar. Bahasa tubuhnya pun apa adanya, tidak mematut-matutkan diri agar kelihatan lebih anggun. Dia seperti acuh dengan pencitraan diri, baik lewat tutur kata maupun lewat gerak tangan. Lebih cepat lebih b

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 Maret 2015 | Dibaca : 51 Pengunjung


Pelecehan di Layar Televisi

DEWAN Nasional Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Forkor Hindu) bersama ormas Hindu Cakrawayu melakukan protes atas televisi stasiun Trans7 dalam acara “Mister Tukul Jalan-jalan”. Langkah yang ditempuh kedua LSM Hindu ini tergolong bijak karena yang dilakukannya adalah mendatangi Parisada Hindu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Maret 2015 | Dibaca : 60 Pengunjung


Siluman

Kalau boleh memberi saran, saya ingin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama lebih santai menerima tamu-tamunya. Apakah tamunya itu orang baik-baik atau siluman, yang menurut kamus artinya makhluk halus yang sering menampakkan diri sebagai manusia atau binatang. Siluman itu bukanlah manusia, dia h

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Maret 2015 | Dibaca : 71 Pengunjung


Tri Kahyangan dan Jagatnatha

Sa esa eka ekavrd eka eva. Tuhan adalah satu dan hanya tunggal. SLOKA pendek ini terdapat dalam Atharwaweda XIII.4.20. Di situ ditunjukkan bahwa Tuhan Yang Maha Esa hanyalah satu, bahkan tunggal adanya. Tak ada dua, tetapi berada di seluruh ciptaanNya yang meliputi alam semesta ini. Disebutkan dala

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 07 Maret 2015 | Dibaca : 41 Pengunjung


Spirit Bali, Hidup di Luar

ADA tembang pop Bali yang syairnya kira-kira berbunyi: lahir di Bali, hidup di Bali, mati pang di Bali. Lagu ini mengajak kita untuk mencintai Bali sepenuhnya, sampai mati pun harus ada di Bali. Tapi lagu ini tak cocok untuk orang-orang Bali yang kini tinggal di luar Bali, terutama mereka yang tinggal

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 Maret 2015 | Dibaca : 59 Pengunjung


Begal

Sesuai janji, saya datang ke Padepokan Romo Imam membawa batu akik yang belum diolah. “Terserah Romo, mau dipoles yang mana, ada badar emas, ada badar nikel, asli Sulawesi, tapi bukan akik Enrekang,” kata saya. Romo mengambil bebatuan itu. “Apa musim akik masih bertahan lama? Sekarang sud

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Maret 2015 | Dibaca : 57 Pengunjung


Tentang Pura Penyawangan

PURA “penyawangan” atau juga sering disebut pura “pengayatan” atau mungkin nama lain lagi adalah sebuah tempat suci untuk memuja Ida Bethara yang melinggih (berstana) di tempat yang jauh yang sudah ada puranya. Di Bali umumnya pura itu bukanlah berdiri sendiri, tetapi hanya sebuah b

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 Februari 2015 | Dibaca : 40 Pengunjung


Ada yang Tak Boleh Pakai Ibung

(Ini tulisan bagian kedua. Selamat membaca). HUTAN yang menyimpan banyak ibung (sering disebut “busung Sulawesi”) ada di Sulawesi Tengah. Umat Hindu di sana, khususnya di Tolai sudah akrab menggunakan ibung sebagai bahan sesajen. Bahkan dari sini pula ibung itu dikapalkan menuju Bali. Pohon

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Februari 2015 | Dibaca : 100 Pengunjung


Akik

Kita kembali ke zaman batu. Tapi bukan ke zaman prasejarah. Dan tak perlu dipilah lagi apakah zaman batu sekarang ini tergolong zaman batu tua, zaman batu madya, zaman batu muda, atau zaman batu besar. Ini zaman batu kecil kalau dilihat dari sisi bentuknya, yakni batu akik. Demam batu akik melanda nege

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Februari 2015 | Dibaca : 104 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?