Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selamat datang di website Mpu Jaya Prema Ananda.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


603821

Pengunjung hari ini : 67
Total pengunjung : 96587

Hits hari ini : 888
Total Hits : 603821

Pengunjung Online: 5


Twitter
Beranda

Ada yang Tak Boleh Pakai Ibung

(Ini tulisan bagian kedua. Selamat membaca). HUTAN yang menyimpan banyak ibung (sering disebut “busung Sulawesi”) ada di Sulawesi Tengah. Umat Hindu di sana, khususnya di Tolai sudah akrab menggunakan ibung sebagai bahan sesajen. Bahkan dari sini pula ibung itu dikapalkan menuju Bali. Pohon

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Februari 2015 | Dibaca : 41 Pengunjung


Akik

Kita kembali ke zaman batu. Tapi bukan ke zaman prasejarah. Dan tak perlu dipilah lagi apakah zaman batu sekarang ini tergolong zaman batu tua, zaman batu madya, zaman batu muda, atau zaman batu besar. Ini zaman batu kecil kalau dilihat dari sisi bentuknya, yakni batu akik. Demam batu akik melanda nege

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Februari 2015 | Dibaca : 59 Pengunjung


Kebaya dengan Lengan Butut

WANITA Hindu Dharma Indonesia (WHDI)Bali kini getol mengkampanyekan menolak busana ke pura dengan memakai kebaya yang lengannya butut hanya sampai di siku. Wanita Hindu dengan kebaya seperti itu dinilai kurang sopan untuk mengikuti persembahyangan. Tetapi apakah ada aturantata cara berpakaian untuk bersemb

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Februari 2015 | Dibaca : 88 Pengunjung


Melihat Ibung di Asalnya

(Tulisan ini bagian pertama dari dua tulisan. Tulisan kedua diunggah 23 Februari) HARI ini saya memulai perjalanan ke pedalaman Sulawesi Selatan, ke kawasan Luwu yang sudah dimekarkan menjadi empat kabupaten, Kabupaten Luwu, Kabupaten  Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo.  Perjal

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Februari 2015 | Dibaca : 37 Pengunjung


Gaduh

Konflik dua lembaga, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kepolisian, sudah sampai pada tingkat gaduh. Cuma, volume kegaduhan itu berbeda-beda diterima orang. Sebagian orang menganggap sudah di ambang batas dan dampaknya akan besar dalam pemberantasan korupsi. Tapi sebagian lain menyebut ini hanya sebuah

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 Februari 2015 | Dibaca : 35 Pengunjung


Kasih Sayang Sepanjang Masa

HARI ini valentine’s day atau hari kasih sayang.  Hari kasih sayang yang sudah mendunia ini umumnya dikaitkan dengan rumpun agama Nasrani dan awalnya berkembang di Negara Barat. Karena itu pula di tanah air ada pro dan kontra untuk merayakannya. Pertama dikaitkan dengan agama tertentu, kedua dik

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 Februari 2015 | Dibaca : 24 Pengunjung


Pemimpin yang Berbudaya

PILKADA serentak tahun ini akan digelar. Rakyat Bali akan memilih bupati dan walikota yang baru atau menobatkan pejabat lama  jika terpilih kembali. Pemerintah daerah Provinsi Bali sudah menyiapkan pelaksana tugas (PLT) Bupati/Walikota karena ada aturan pejabat yang mencalonkan diri kembali harus mund

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Februari 2015 | Dibaca : 91 Pengunjung


Dendam

Tumben, Romo Imam mau saya ajak bicara soal perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. "Mumpung Presiden lagi di luar negeri," kata dia. Saya awali dengan pertanyaan khas presenter stasiun televisi, "Singkat saja Romo, kenapa KPK harus dilumpuhkan?" "Memang menge

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Februari 2015 | Dibaca : 69 Pengunjung


Kebahagiaan yang Semu

PERNAHKAH Anda berbuat jahat? Atau hanya sekedar berpikir akan berbuat jahat? Jangan sampai. Ada orang yang mencari kesenangan bahkan mereka menyebut kebahagiaan dengan cara berbuat jahat. Misalnya menipu orang lain. Atau mencuri barang orang lain. Atau merampok dengan kekerasan. Atau cara-cara yang keliha

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 07 Februari 2015 | Dibaca : 82 Pengunjung


Eksekusi Mati di Bali

TEPAT sekali imbauan atau permintaan Gubernur Bali Made Mangku Pastika agar eksekusi mati tidak dilakukan di Bali. Meskipun terpidana mati diputuskan di Bali dan sesuai kelaziman eksekusi harus juga dilakukan di tempat di mana vonis dijatuhkan, namun ada penyesuaian yang sering dilakukan pihak eksekutor da

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 Februari 2015 | Dibaca : 84 Pengunjung


M e g a

Semesta sedang bergerak mencari keseimbangan baru. Alam berada dalam posisi pancaroba, tak mudah untuk ditebak. Mentari bisa terik, tapi tiba-tiba saja sinar surya tertutup oleh mega. Baik itu megamendung yang akan membawa hujan ataupun meghanada --ini bahasa Jawa Kuno yang berarti guntur menggelegar. Tak

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Februari 2015 | Dibaca : 95 Pengunjung


Tiga Cara Pelajari Kebenaran

Tat viddhi pranipatena, pariprasnena sevaya, upadekshyanti te jnanam, jnaninas tattvadarsinah. SLOKA di atas diambil dari Bhagawad Gita Percakapan IV Sloka 34. Almarhum Nyoman S. Pendit memberi arti: “belajarlah dengan sujud disiplin, dengan bertanya dan bekerja berbakti, guru budiman yang meliha

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 31 Januari 2015 | Dibaca : 138 Pengunjung


Negeri yang Tedjo

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno telah berjasa menambah kosakata baru. Kini beredar luas kata tersebut: "tedjo", sinonim dari "tak jelas". Begini riwayatnya. Tedjo Edhy menyebut pendukung KPK sebagai rakyat yang tidak jelas. "Konstitusi yang

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 Januari 2015 | Dibaca : 295 Pengunjung


Meningkatkan SDM Hindu

BAGAIMANA keadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Hindu jika diletakkan dalam peta besar SDM di Indonesia? Banyak orang sepakat bahwa SDM Hindu memprihatinkan. Tentu kata prihatin ini harus dilekatkan pada persaingan dengan SDM umat lain di tingkat nasional, bukan berbicara di lingkungan kecil Pulau Bali. Tak ad

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 Januari 2015 | Dibaca : 67 Pengunjung


Pengorbanan Suci untuk Kesejahtraan Bersama

Saha-yajnah prajah sratva, purovaca prajapatih, anena prasavisyadhvam, esavo’stv ista-kama-dhuk. SLOKA di atas adalah petikan Bhagawad Gita Bab III.10. Artinya: Pada masa yang lalu, Prajapati, Sang Pencipta, telah menciptakan alam semesta beserta makhluknya melalui persembahan suci yadnya da

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 24 Januari 2015 | Dibaca : 67 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?