Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Salam Damai. Web baru Mpu Jaya Prema Ananda ini semoga berguna untuk komunikasi bagi para pencinta kedamaian dan peminat spiritual tanpa sekat apapun. Salam sejahtra. (Web ini diluncurkan resmi dengan mencatat data pengunjung pada pukul 00.01 Rabu

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


793013

Pengunjung hari ini : 39
Total pengunjung : 117651

Hits hari ini : 129
Total Hits : 793013

Pengunjung Online: 1


Twitter
Beranda

Otsus dan RUU Bali

ADA pernyataan menarik dari senator Bali, Gede Pasek Suardika. Dia menyebutkan rancangan Otonomi Khusus (Otsus) Bali yang demikian ramainya dibicarakan dulu, statusnya mengambang. Para wakil rakyat Bali, gagal memperjuangkan Otsus Bali masuk dalam program lesgislasi nasional (Prolegnas). Kalau tidak masuk

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 31 Agustus 2015 | Dibaca : 5 Pengunjung


Tapa Brata Menyucikan Atma

Mimbar Hindu Tapa Brata Menyucikan Atma Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda Adbhirgatrani suddhyanti, manah satyena suddhyanti, widya tapobhyam bhutdtma, buddhirjnana suddyati. SLOKA Manawa Dharmasastra V. 109 ini terjemahan bebasnya adalah: “tubuh disucikan dengan air, pikiran dis

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 29 Agustus 2015 | Dibaca : 5 Pengunjung


Agama di KTP

ADA berita ringan yang jauh dari hingar bingar politik yang dimuat koran ini pekan lalu. Seorang warga di Buleleng membuat kartu tanda penduduk (KTP) dan ingin mencantumkan agama Baha’I di KTP yang dibuatnya. Karena belum jelas bagaimana duduk persoalannya dan apakah agama Baha’I bisa dicantumk

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 24 Agustus 2015 | Dibaca : 6 Pengunjung


Papua

Tiap kali ada kecelakaan pesawat terbang di Papua saya selalu membayangkan betapa beratnya Tim SAR menemukan reruntuhan dan mengevakuasi korban. Hutan masih perawan, jalan setapak pun jarang. Papua bergunung-gunung dan lapangan terbang perintis itu lebih banyak di lembah yang dikelilingi bukit. Sudah kondi

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Agustus 2015 | Dibaca : 5 Pengunjung


Hewan yang Dibunuh untuk Yadnya

SERINGKALI ada yang bertanya, apakah boleh hewan dibunuh untuk dipersembahkan sebagai yadnya dalam ritual Hindu? Pertanyaan ini muncul beberapa tahun terakhir, sesuatu yang tak pernah ditanyakan di masa lalu. Pertanyaan muncul karena ada “aliran dalam Hindu” yang ketat dalam melaksanakan prinsi

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 22 Agustus 2015 | Dibaca : 447 Pengunjung


Merdeka

Begitu melihat saya, Romo Imam langsung berteriak: “Merdeka... merdeka...” Saya tertawa. Sudah sebulan lebih saya tak berkunjung ke padepokan Romo. Beliau begitu sumringah nampaknya. “70 tahun merdeka kita harus semangat. Ayo kerja,” katanya lagi. “Tapi Romo, apa masyaraka

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Agustus 2015 | Dibaca : 52 Pengunjung


Perlu Merdeka Secara Budaya

AGUSTUS adalah bulan kemerdekaan. Bendera merah putih sudah berkibar di mana-mana, baik di kota maupun di pedesaan Bali. Sebagaimana tahun-tahun lalu, yang memanfaatkan peluang bisnis dari bulan kemerdekaan ini adalah pedagang dari luar Bali. Ke mana orang Bali? Jawabnya: sudah kalah. Dalam bahasa yang

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 15 Agustus 2015 | Dibaca : 39 Pengunjung


Patung Penghias Kota

PEMERINTAH Kota Madya Denpasar kembali menambah ornamen pada patung Titi Banda yang dibangun di pertemuan jalan By Pass Ida Bagus Mantra dan By Pass I Gusti Ngurah Rai. Patung yang dibangun dengan biaya Rp 5,4 milyar itu akan ditambah dengan patung-patung kera dan tanaman hias yang menghabiskan dana Rp 400

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 10 Agustus 2015 | Dibaca : 43 Pengunjung


Penghinaan

Presiden itu mirip pendeta. Yakni orang yang masih hidup tapi menyandang simbol. Presiden adalah simbol kepala negara yang harus dijaga kehormatannya. Bendera kebangsaan saja harus kita hormati dalam setiap apel tatkala dikibarkan ke atas tiang. Padahal wujud nyatanya hanyalah dua potong kain berwarna mera

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Agustus 2015 | Dibaca : 41 Pengunjung


Empat Macam Tujuan Memuja Tuhan

Catur widha bhajante mam, janah sukritino ‘rjuna, arto jijnasur artharthi, jnanis ca bharatasabha SLOKA di atas diambil dari Bhagawad Gita percakapan VII sloka 16. Terjemahannya, dikutip dari Bhagawad Gita oleh Gede Pudja:  “Ada empat macam orang yang baik hati memuja kepada-Ku, wahai

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 08 Agustus 2015 | Dibaca : 56 Pengunjung


Pilkada Calon Tunggal

HARI ini pukul 16.00 waktu setempat, pendaftaran Pilkada serentak akan ditutup. Ini adalah pendaftaran susulan setelah pada pendaftaran pertama masih ada 12 daerah yang calonnya hanya satu pasangan alias calon tunggal. Bahkan ada satu daerah yang tidak memiliki calon. Akankah pada sore ini semua daerah sud

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Agustus 2015 | Dibaca : 57 Pengunjung


Boneka

Boneka itu disenangi anak-anak. Tetapi, jika dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ini muncul calon boneka, itu buruk. Kalau calonnya boneka, menjadilah dia bupati atau gubernur boneka-- kalau terpilih. Bagaimana kalau gubernur boneka itu naik pangkat menjadi presiden? Ini tak usah dibahas.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 Agustus 2015 | Dibaca : 49 Pengunjung


Fungsi Api Saat Persembahyangan

PADA saat kita melakukan persembahyangan bersama, pemangku yang memimpin ritual biasanya memberi tahu umat agar menyiapkan sarana persembahyangan. Sarana itu adalah bunga secukupnya dan dupa yang sudah dinyalakan. Pemangku memberi komando: “Asep-asepin dumun tanganne” (Diasapi dulu tangannya).

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 01 Agustus 2015 | Dibaca : 40 Pengunjung


Pilkada dan Politik Dinasti

Pilkada serentak segera dimulai. Pendaftaran calon bupati dan wakilnya sudah dibuka. Para calon pun sibuk mengurus surat-surat untuk melengkapi syarat pendaftaran, termasuk mengunjungi pura untuk minta restu. Tuhan memang selalu dilibatkan dalam urusan politik seperti ini. Setelah selesai masa pendafta

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 27 Juli 2015 | Dibaca : 45 Pengunjung


Damai

Ketika penyanyi dangsut Rhoma Irama mendeklarasikan Partai Idaman, saya langsung menduga Bang Haji sedang bungah dengan citranya sebagai pria yang diidam-idamkan wanita. Apalagi lambang partai itu adalah kedua tangan yang jari-jarinya membuat simbol hati, lambang cinta abadi. Sasaran partai ini para wanita

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 Juli 2015 | Dibaca : 35 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?