Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selamat datang di website Mpu Jaya Prema Ananda.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


973597

Pengunjung hari ini : 85
Total pengunjung : 137812

Hits hari ini : 492
Total Hits : 973597

Pengunjung Online: 3


Twitter
Beranda

Radikalisme Berlabel Agama

RADIKALISME yang berlabelkan agama kembali mendapat sorotan belakangan ini. Teror di berbagai negara sering disebut aksi radikal yang berlabelkan agama, meski pun hal itu dibantah. Memang aksi kekerasan dan kekejaman lewat teror pasti bukan ajaran agama. Namun karena “penamaan kelompok” itu dib

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 25 Januari 2016 | Dibaca : 46 Pengunjung


Nasehat Rama Kepada Para Pemimpin

MENJELANG pelantikan bupati dan wakil bupati pemenang Pilkada serentak yang lalu, ada baiknya kita kutip petuah Sri Rama ketika melantik Gunawan Wibisana menjadi raja di Alengka menggantikan kakaknya Rahwana. Nasehat Rama ini seharusnya dijadikan nasehat dari seorang Raja yang dengan teguh membela kebenara

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Januari 2016 | Dibaca : 154 Pengunjung


Radikal

KATA paling banyak disebut belakangan ini adalah radikal, selain teror. Kedua kata ini memiliki benang merah. Teror dilakukan sekelompok orang untuk melampiaskan nafsu radikal, memaksakan suatu paham dengan cara-cara kekerasan. Kata radikal juga kerap digandengkan dengan agama. Mungkin ajaran agama yang ti

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 23 Januari 2016 | Dibaca : 45 Pengunjung


Teroris di Sekitar Kita

AKSI teror di kawasan Gedung Sarinah Jalan Thamrin Jakarta pekan lalu memberikan banyak pelajaran kepada kita bagaimana menghadapi gerakan teroris, bagaimana langkah setelah aksi teroris berlalu, bagaimana sikap kritis kita termasuk memberitakan aksi yang memakan korban nyawa itu. Salah satu yang menar

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 18 Januari 2016 | Dibaca : 29 Pengunjung


Berikan Dana Punia dengan Wajah Manis

MASALAH kemiskinan kembali menjadi bahan perbincangan. Ada orang miskin yang perlu diberi bantuan “bedah rumah”, ada orang miskin yang penglihatannya terganggu akibat katarak sehingga perlu ada operasi katarak, ada orang miskin yang lumpuh sehingga perlu dibantu kursi roda. Banyak lagi contoh o

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Januari 2016 | Dibaca : 37 Pengunjung


Teror

TAK terduga saya berjumpa Romo Imam di sebuah mal. Dia antar cucunya membeli sepatu, saya cari buku di sudut mal itu. “Tak takut membawa anak-anak ke tempat ramai begini? Lagi musim teror,” tanya saya. Romo pun memeluk saya. “Sampeyan ini penakut. Korban media  apa korban pengamat in

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 16 Januari 2016 | Dibaca : 39 Pengunjung


Bali Digempur MEA

MASYARAKAT Ekonomi ASEAN (MEA) sudah diberlakukan sejak awal tahun ini. Perdagangan bebas antar sepuluh negara ASEAN sudah berlaku dan hanya negara yang siap untuk “bertempur” akan memenangkan persaingan. Bukan cuma arus barang saja yang bebas diperdagangkan, tetapi juga tenaga kerja. Apakah ne

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 11 Januari 2016 | Dibaca : 36 Pengunjung


Setelah Semalam Memuja Siwa

SIWARATRI sudah dirayakan dengan khusyuk sekaligus meriah tadi malam (8 Januari 2016). Hari ini akan dilanjutkan persembahyangan Purnama Kepitu. Ini pertanda brata (pantangan) Siwaratri telah berakhir. Pantangan itu adalah monobrata (tidak berbicara), upawasa (berpuasa) dan jagra, (tidak tidur). Jadi, sema

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Januari 2016 | Dibaca : 22 Pengunjung


Monyet

TAHUN 2016 dalam kalender Cina disebut Tahun Monyet. Masih ditambah "api" sehingga lengkapnya menjadi Monyet Api. Perwatakan tahun ini—harus disebutkan konon—melambangkan jiwa yang gesit dan tak terduga. Monyet api tak bisa dikaitkan dengan Hanoman, kera

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 09 Januari 2016 | Dibaca : 47 Pengunjung


Revolusi Mental Melawan Feodalisme

GERAKAN Nasional Revolusi Mental (GNRM) dideklarasikan di Bali, Sabtu lalu. Bali menjadi provinsi pertama yang mendeklarasikan gerakan moral ini. Apakah gerakan ini akan berhasil, itu soal lain. Yang penting bergerak lebih dahulu. Ada 18 point yang akan dilawan gerakan ini. Ke 18 point itu disebut &ldq

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 04 Januari 2016 | Dibaca : 24 Pengunjung


Menjadi Lebih Baik di Tahun Baru

SELAMAT tahun baru 2016. Dengan semangat baru kita bertekad membangun kehidupan yang baru, kehidupan pribadi dan keluarga, lalu kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentu saja kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Lalu apa yang dikerjakan orang di malam tahun baru? Sebagian besar tentu saja be

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 02 Januari 2016 | Dibaca : 99 Pengunjung


Bali Tahun 2015

BALI di tahun 2015 yang segera kita tinggalkan adalah Bali yang belum bergerak. Bali yang belum ke mana-mana. Atau bisa pula disebut Bali yang masih dalam wacana. Belum ada gebrakan besar yang menjadi catatan penting untuk menunjukkan bahwa Bali akan segera berubah ke arah yang lebih baik. Pembangunan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 Desember 2015 | Dibaca : 71 Pengunjung


Berikan Pendapat Tanpa Marah

DALAM kitab Sarasamuscaya sloka 108 ada petuah yang menyangkut soal kepada siapa kita tidak boleh marah. Sloka itu berbunyi: Devatasu vicesena raajasu brahmanesu ca, atyaantavya bhavet krodha balavrddhaturesu ca. Terjemahan bebasnya adalah: Maka dari itu, hendaknya manusia benar-benar berusaha dengan sekua

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 Desember 2015 | Dibaca : 81 Pengunjung


Atribut

Agaknya ini pertemuan terakhir saya dengan Romo Imam di tahun 2015. Saya ingin komentar Romo tentang aksi sebuah ormas di Surabaya yang mendatangi pusat perbelanjaan untuk melarang karyawan muslim mengenakan busana Santa Klaus. “Ah, bosan. Itu setiap tahun berulang,” kata Romo dengan datar.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 Desember 2015 | Dibaca : 101 Pengunjung


Fenomena Kafe di Bali

KETIKA melantik 23 perbekel (kepala desa) yang baru di Kabupaten Tabanan, Rabu pekan lalu, Plt Bupati Tabanan I Wayan Sugiana meminta agar perbekel tidak pergi ke kafe. Dua hal yang ditekankan untuk dilarang: pergi ke kafe dan bermain politik praktis. Dua-duanya adalah larangan yang  sulit. Para p

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 Desember 2015 | Dibaca : 98 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?