Dahulu  Putu Setia - Jurnalis TEMPO Media Grup. Sejak menjadi pendeta Hindu, 21 Agustus 2009, tinggal di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Pasraman Manikgeni dikelola oleh Yayasan Dharmasastra Manikgeni.

Om Swastyastu. Web ini dikelola oleh Mpu Jaya Prema Ananda di Pasraman Manikgeni, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan Pasraman lebih lengkap disebarkan lewat blog Pasraman Manikgeni, klik di situs terkait di bawah kiri.

Arsip Cari Angin

Expand All | Contact All

Statistik Pengunjung


081721

Pengunjung hari ini : 156
Total pengunjung : 15104

Hits hari ini : 1471
Total Hits : 81721

Pengunjung Online: 1


Twitter
Beranda

Anda Bisa Lihat Dharma Wacana Mpu Jaya Prema

Dharma Wacana atau yang diistilahkan "renungan singkat" oleh Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda yang diunggah ke YouTube bisa diklik pada konten VIDEO di atas. Dan silahkan pilih yang mau dibuka. Semoga bermanfaat.

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 06 Desember 2016 | Dibaca : 17 Pengunjung


Antara Pewarta dan Pandita

SUDAH menjadi kecemasan umum banyak orang saat ini, begitu maraknya berita-berita bohong yang tersebar di berbagai media sosial dan media online. Baik berita yang sepenuhnya bohong atau sebagian bohong dari hasil pelintiran. Belum lagi rekayasa gambar dan foto yang dijadikan meme (slogan teks dan gambar ya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 05 Desember 2016 | Dibaca : 11 Pengunjung


Membagi Warisan untuk Wanita

Wanita Bali terkenal gigih, pekerja keras, menghormati martabat keluarga. Namun, wanita Bali terkenal pula pasrah menerima keadaan buruk, bahkan warisan pun tidak ia terima. Lebih sedih lagi, masih ada anggapan lahir sebagai wanita adalah lahir sebagai manusia kelas dua. Kalau dana pendidikan keluarga tida

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Desember 2016 | Dibaca : 12 Pengunjung


Tentara

Romo Imam ternyata pernah menjadi tentara. Pangkat terakhirnya Sersan Kepala, bertugas di bagian Keuangan Komando Daerah Militer (Kodam). Suatu ketika komandannya ketahuan menyelewengkan Surat Perjalanan Dinas dan dihukum pindah tugas. “Ada perjalanan fiktif. Sebagai bawahan saya tak enak hati, lalu

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 03 Desember 2016 | Dibaca : 13 Pengunjung


Setelah Artefak Dikembalikan

ADA kejutan dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam kunjungannya ke Indonesia pekan lalu. Tanpa diduga dan tidak ada jadwal sebelumnya, Mark Rutte menyerahkan sebuah keris kepada Presiden Joko Widodo. Keris yang bukan kebudayaan Belanda ini menjadi simbol dari niat pemerintah Belanda untuk mengembali

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 28 November 2016 | Dibaca : 15 Pengunjung


Ibu Pertiwi adalah Ibu Bersama

Mata bhoomih, putro aham pruthivayah SLOKA Atharva Veda XII.1.12 di atas jika diterjemahkan dengan bebas berarti “Ibu Pertiwi ini adalah ibu kita bersama dan kita semua adalah putra dan putri dari Ibu Pertiwi ini.” Karena itulah ada kesatuan dari semua jiwa yang tak terhitung banyaknya di b

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 November 2016 | Dibaca : 12 Pengunjung


Artefak

Pemerintah Belanda akan mengembalikan 1.500 artefak ke Indonesia. Ini berita penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Tapi siapa yang peduli saat ini, tatkala proses pemilihan gubernur di Jakarta begitu panas. Orang lebih suka membicarakan apakah kepolisian berhasil ditekan dengan aksi demo agar Basuki Tja

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 26 November 2016 | Dibaca : 16 Pengunjung


Gelorakan Terus Kebhinekaan

SERUAN menegakkan kebhinekaan kembali memuncak. Di Jakarta pada Sabtu lalu (19 Nov 2016) ada parade kebhinekaan. Oleh pemrakarsanya ini bukan aksi demontrasi apalagi kalau disebut-sebut sebagai perlawanan terhadap aksi damai (tapi ujungnya rusuh) yang terjadi pada 4 November lalu. Parade kebhinekaan ini ad

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 21 November 2016 | Dibaca : 171 Pengunjung


Bagaimana Mengucapkan Sumpah

BELUM lama ini ada berita dari sidang pengadilan di Bali, bahwa seorang sulinggih menolak untuk diambil sumpahnya oleh hakim. Sulinggih itu menjadi saksi dalam satu kasus tindak pidana korupsi. Sebagaimana umumnya saksi, baik saksi ahli maupun saksi fakta, sulinggih itu harus diambil sumpahnya sebelum memb

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 November 2016 | Dibaca : 52 Pengunjung


Kawal

ROMO Imam mengaku sudah jarang menonton televisi. Ternyata yang ia maksudkan menonton siaran berita televisi, karena menonton bola masih suka. “Saya betul-betul bosan mendengar ahok-ahok melulu. Apa tak ada berita lain,” alasannya. Saya paham. Ada 101 pilkada yang dilangsungkan Februari nan

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 20 November 2016 | Dibaca : 65 Pengunjung


Bali Akan Krodit di Jalanan

KEMACETAN di Bali sudah memprihatinkan. Jalanan yang relatif sempit, tidak adanya jalan alternatif, dan berjubelnya kendaraan bermotor, adalah penyebab utamanya. Apalagi ditambah dengan adanya hajatan, apakah itu ritual Dewa Yadnya (piodalan di pura), Pitra Yadnya (ngaben sampai memukur) atau pun Manusa Ya

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 14 November 2016 | Dibaca : 51 Pengunjung


Mengasuh dan Membesarkan Anak

DALAM agama Hindu anak itu disebut putra. Kata putra itu diadopsi ke dalam bahasa Indonesia untuk menyebutkan seorang anak kandung. Selanjutnya kata putra itu dipersempit artinya menjadi anak lelaki karena untuk anak perempuan dipakai kata putri. Namun dalam Hindu putra adalah anak kandung, baik lelaki mau

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 November 2016 | Dibaca : 66 Pengunjung


Palsu

DIMAS Kanjeng Taat Pribadi punya tujuh mahaguru, demikian istilah yang diperkenalkannya. Ke tujuh mahaguru tugasnya hanya duduk mendampingi Dimas Kanjeng saat memberikan wejangan kepada pengikutnya. Para mahaguru itu meyakinkan dalam hal perwajahan. Dibalut jubah hitam, hampir semuanya memelihara jenggot d

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 12 November 2016 | Dibaca : 62 Pengunjung


Saatnya Merajut Kebersamaan

PASCA aksi damai yang berakhir ricuh pada 4 November lalu di Jakarta, memberi banyak pelajaran dalam membangun bangsa ini. Bahwa terlalu riskan untuk bermain-main api dengan menggunakan idiom agama untuk hal yang tidak berhubungan dengan masalah agama. Apalagi kebablasan di mana  seseorang mengomentar

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 07 November 2016 | Dibaca : 41 Pengunjung


Cinta Kasih dalam Hindu

CINTA kasih adalah konsep ajaran Hindu yang paling mendasar. Hidup saling sayang menyayangi bukan saja ditujukan antar manusia tetapi juga menyayangi seluruh kehidupan di bumi ini. Bhagawan Sri Sathya Narayana juga menyebutkan bahwa cinta kasih itu adalah inti dari atman, jiwa dalam raga manusia. Setiap or

Selengkapnya...

Oleh : mpujayaprema | 05 November 2016 | Dibaca : 45 Pengunjung


Lihat Arsip Posting Lainnya :

 

Kalender Bali

Facebook
Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website mpujayaprema.com, bermanfaat bagi Anda?